Sunday, February 18, 2007

Sibling Rivalry

Berikut kalimat-kalimat protes anak saya, Zaka (hampir) setiap hari:

“Zaka mau jadi baby….mau makan bubur baby.. “
“Zaka mau digendong baby… ga mau jalan sendiri, kan belum bisa jalan..”
“Ibu ga boleh nyuapin Kishan, ibu bolehnya nyuapin Zaka..”
“Yang mandiin Kishan teteh aja! Ibu mandiin Zaka. Zaka maunya mandi pake ember baby”

Tampaknya anak pertama saya itu mengalami yang namanya sibling rivalry. Menurut wikipedia (ensiklopedi andalan saya, he he), sibling rivalry adalah persaingan antar saudara, kandung ataupun bukan. Biasanya ini dimulai sebelum atau sesudah datangnya anak kedua. Riset menunjukkan (ehemm..) bahwa karakteristik anak pertama sangat menentukan bagaimana mereka bereaksi terhadap adik bayinya. Anak-anak dengan hubungan yang sangat dekat dengan ibunya akan sangat terpengaruh dengan kelahiran adiknya, sementara anak yang memiliki hubungan erat juga dengan ayahnya dapat lebih baik menyesuaikan diri.

Keunikan sibling rivalry ini banyak diadaptasi beberapa film seperti The Simpson, masih ingat Bart dan Lisa Simpson yang sering berantem tapi kompak? Juga Ross dan Monica Geller di Friends. Waktu kecil saya sering membaca cerita Bawang Merah Bawang Putih, kayaknya merupakan kisah kompleks sibling rivalry dan pola asuh, he he..halo para psikolog..kalau saya salah tolong benerin yah (wink :-)).

Pada Zaka, perasaan jealous nya muncul segera setelah saya dan Kishan tiba dari RS. Saya ingat, sehari setelah tiba di rumah pipi Kishan sampai merah dicium (atau digigit yah?) kakaknya itu. Setelah itu hampir setiap hari ada 'drama', mulai dari Zaka yang ingin tidur bareng di box bayi, dilarang menyusui, sampai meloncati adiknya! Kalau menurut saya sih Zaka sebenarnya sangat sayang pada Kishan. Sejak Kishan lahir tidak bosan-bosan dia cium pipi endut adik bayinya. Bahkan saat dia flu/batuk/pilek, dan saat adiknya tidur pun Zaka keukeuh ingin cium pipi Kishan. Kadang saya khawatir, takut si bayi ketularan flu, atau gemas karena baru tidur 10 menit adiknya tidur jadi bangun lagi gara-gara dicium.. huuh, padahal ‘usaha’ menidurkannya lebih lama dari itu, sabar.. sabar...

Walaupun tampak sayang pada adiknya, ada saat-saat di mana si Mas itu menunjukkan kecemburuannya. Beberapa bulan pertama pun tampak dia kurang nyaman untuk berbagi, maklum biasanya dia sorangan. Ada suatu waktu di mana Zaka hobi memukul muka adiknya, sampai lebih dari 10x sehari! Ggrrrh, pengen marah deh. Kadang-kadang ga tahan, jadi marah juga sih, tapi saya berusaha mengajak Zaka meminta maaf dan berkomunikasi supaya dia tahu alasannya melakukan sesuatu. Beberapa bulan yang lalu dia sering bengong dan tampak sedih, mungkin sulit juga ya buat dia untuk menerima bahwa ibu dan ayahnya punya satu orang lagi untuk digendong, dipeluk, diperhatikan dan disayang.. Melihatnya sedih saya pun jadi ikut sedih.. hiks. Padahal saya dan suami sudah berusaha untuk lebih memperhatikannya dan membuat suasana rumah ceria, tapi mungkin itu periode yang harus dia lalui.
Seiring dengan berjalannya waktu, Zaka ceria lagi. Apalagi Kishan makin besar dan tampak ngefans banget dengan kakaknya yang jail. Mereka mulai bisa main bareng, guling-gulingan, tumpuk-tumpukan, kejar-kejaran dan segala –an lainnya ha ha. Kadang-kadang muncul sih keisengan Zaka, yang paling sering sih merebut mainan yang sedang dipegang Kishan. Yang menyebalkan, walaupun sekarang jarang sekali, adalah kalau tiba-tiba dia memukul Kishan.. plaaak! Hu huu hu.

Tapi yang iseng itu gak hanya si Mas ternyata. Adiknya juga iseng. Walaupun umurnya baru mau 11 bulan, saya perhatikan mata Kishan berbinar-binar jahil kalau melihat kakaknya tidur. Tak lama kemudian, plaaaak! Waduh, apa dia ‘balas dendam’ atas keisengan kakaknya selama ini?

Waktu bermain bersama juga kadang ‘menegangkan’. Zaka yang tekun dan serius senang membangun sesuatu, dari stasiun, istana, sampai rumah sakit. Lengkap dengan skenarionya, termasuk posisi tokoh-tokohnya, biasanya si Pooh, Tiger, Piglet dan teman-temannya. Nah, Kishan biasanya bertindak sebagai ‘destroyer’, menghancurkan bangunan dan skenario ciptaan Zaka. Kalau sudah begitu, bisa ditebak, perang bintang segera terjadi di rumah saya. Zaka meniup sangsakala, “ADEEEEEEK, JANGAN GANGGU!!!!!!” Kishan pun tak mau kalah, “HUAAA HUAAA AWAWAWAWA”. Heboh!

Tugas saya menjadi peace maker. Biasanya saya buru-buru bawa mobil buldozer, obeng, gergaji dan peralatan lain dari kotak mainan Zaka dan ikut jadi pemeran dong bareng si Pooh dan teman-temannya. “Wah, ada apa? Koq stasiunnya jadi roboh begitu? Sini ibu bantu perbaiki ya..?” Jika kerusakan tidak terlalu parah biasanya Zaka segera tertarik untuk ‘memperbaiki’ hasil karyanya. Kishan juga bisa diamankan dengan diberi tugas membantu ‘memperbaiki’, memegang gergaji atau obeng mainan biasanya dia jadi anteng. Tapi jika parah maka perlu pasukan perdamaian, si teteh harus turun tangan membantu saya menggendong Kishan atau membujuk Zaka.

Karena kejadian seperti ini sering sekali terjadi, saya mencoba memasukkan Kishan ke dalam skenario Zaka. Saya bilang pada Zaka bahwa Kishan adalah monster lucu yang suka iseng. Lumayan berhasil sih, sekarang jika Kishan mulai berderap mendekati tumpukan mainan Zaka biasanya Zaka malah ketawa-ketiwi, “Awas, ada monster.. ada monster lucu”. Jika Kishan berhasil menghancurkan bangunannya, Zaka mulai bisa berimprovisasi, “Wah, stasiunnya kena gempa.. hancur deh”. Kadang-kadang dia malah membuatkan sesuatu untuk ‘dihancurkan’ Kishan ;-D.

Anak-anak teh emang bodor yah? Melihat mereka saling becanda, berantem, berebut perhatian ayah ibunya perasaan saya sering campur aduk. Kadang gemes, bingung, pengen marah, tapi sering juga lucu dan pengen ketawa ha ha ha… Sebagai ibunya saya harus selalu siap menghadapi segala pertempuran dan perdamaian mereka, 24 hours a day :D.
---- to be continued ----

1 comment:

Fany Ariasari said...

Hihihi lucu2 anaknya...

Wah sama.. dulu aku juga mengalami itu, krn jarak sama adek cuma 15bulan huhuhu...

Soal nge-link ke blog laen, gak ada aturan harus ijin (nge-link alamat blognya lho). Kalo mau nyantumin ya cantumin aja. Tapi kalo pengen balas di link, kalo gak ada shoutbox ya bisa lewat komen seperti ini (sambil komen di tulisan misalnya).

Makasih dah mampir :)


---
http://blog.faniez.net
http://pernakpernikblog.blogspot.com