Saturday, September 27, 2008

Mengenang masa lalu..

Beberapa bulan ini rasa-rasanya angin menggiring saya ke masa lalu. Padahal sejak menjadi full time mom dengan 2 balita, tenggelam dalam rutinitas sehari-hari menjadi istri dan benteng rumah tangga, mencuri waktu gaul dengan sahabat, nyaman dalam zona yang sempit, rasanya banyaaaak sekali memori masa lalu yang terhapus dari pikiran..

Awalnya saya tidak sadar, bahwa begitu banyak memori yang sudah hilang. Sampai saat bercakap dengan teman lama mereka mengingatkan suatu even, dan asli! saya lupa bahwa even itu pernah saya jalani! Weird.

Tapi minggu-minggu ini beberapa hal mengingatkan saya akan masa lalu. Dimulai dengan berita duka di hari sabtu 2 Agustus 2008, RIP Chiki Zoehra, seorang teman sekelas yang cantik, pintar dan baik hati. Lamaaa sekali saya tidak bertemu dan mendengar kabarnya. Dan sebuah sms di sabtu pagi membuat hati saya bergetar. Selamat tinggal teman, semoga Allah menempatkanmu di tempat yang baik di sisi-Nya. Semoga Allah menguatkan keluargamu, dan melindungi putri cantikmu senantiasa.

Chiki seumur dengan saya. Dengan hari ultah yang bersebelahan. Nama yang mirip. Sungguh, rencana Allah adalah misteri. Suatu saat akan tiba giliran saya..

Kepergian seorang teman membuka luka lama, teringat kepergian seorang sahabat yang sangat dini saat saya kuliah. Rasa sedihnya lama menggores di hati saya. Kadang-kadang saya berpikir, life would not be the same if that tragic accident didn't happen. Indwi, semoga Allah menempatkanmu di tempat yang mulia di sisi-Nya.

Berapa hari yang lalu, obrolan dengan teman lama juga menggali memori yang tersimpan jauh. Membuat saya berpikir, betapa hidup sangat jauh berubah dalam beberapa tahun yang pendek. Di mana hal-hal yang dulu sangat penting menjadi hal-hal remeh dan tidak berarti. Sungguh, saya jadi menyadari dahsyatnya rencana Allah. Saya bayangkan bahwa hidup penuh dengan alur-alur yang kompleks, dan bahwa setiap benturan yang dialami akan membawa kita ke suatu masa depan yang berbeda. Membuat saya bertanya, bagaimanakah hidup saya jika saya lakukan hal berbeda di masa lalu?

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun yang terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan. (dikutip dari Edensor, novel Andrea Hirata yang menyentuh jiwa saya. Diinterpretasikan dari pemikiran Agung Harun Yahya).

Tidak ada kebetulan dalam hidup. Setiap hal yang saya lakukan kelak akan membentuk alurnya sendiri, menggiring ke suatu ketetapan yang misterius di masa yang akan datang. Tidak ada sebutir debu pun yang bergerak tanpa sepengetahuan Allah.. dan maha suci Allah yang Maha Mengetahui, apa yang akan terjadi pada sebutir debu tersebut..

Saat mengenang masa lalu saya sadar bahwa ada begitu banyak perbuatan bodoh yang saya lakukan yang didorong oleh emosi dan ketidaksabaran. Kadang-kadang betapa malunya saya mengingat kebodohan dan kesalahan yang saya perbuat dengan SADAR di masa lalu. Betapa kadang-kadang saya memaki diri sendiri, dan ingin pindah ke dimensi lain saat sadar dengan kebodohan masa lalu :p. Jika saja hidup adalah sebutir coklat, dan semua kejadian memalukan yang saya alami akan habis dan menghilang begitu coklat tersebut ditelan :p.

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman yang patah hati berat di masa remaja pernah berkata, "Mungkin gw peurih banget saat ini sebagai persiapan untuk menghadapi kepahitan yang lebih dahsyat di masa depan ya..? ". Kata-kata itu menempel di pikiran saya, dan kadang-kadang saat saya diterjang ketidak-enakan hidup dan harus menguatkan diri saya berpikir, "Untung dulu pernah patah hati.. ha ha haaa... ".

Masa lalu, telah menghadiahi kita masa kini. Bagaikan laba-laba yang merajut sarangnya, setiap loncatan yang dia lakukan akhirnya membentuk suatu desain kompleks yang menghasilkan makanan untuknya. Begitu juga ternyata semua kebodohan, kesalahan, kebaikan, ketidaksengajaan, kepahlawanan, dan berbagai hal kecil dan besar yang kita lakukan ternyata membentuk kehidupan masa kini yang kompleks.

Saya tidak ingin mengubah masa lalu. Kesalahan apapun yang saya lakukan di masa lalu telah membentuk kehidupan di masa kini yang saya syukuri. Deretan kisah patah hati masa lalu telah menghadiahi saya keluarga yang saya cintai :p. Kebodohan dan kesalahan telah memberi saya teman-teman dan sahabat-sahabat yang hebat. Masa lalu yang tidak sempurna telah memberi pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga. Dan saya hanya bisa berharap dan berdoa, agar Allah senantiasa memberi saya petunjuk agar di masa kini saya bisa bertindak, berbuat dan berkegiatan yang menghasilkan hasil yang indah di masa depan.. dan keselamatan di akhirat kelak.. masa depan yang pasti saya temui..

2 comments:

Hendrawan Kariman said...

Masa lalu jangan dikenang :)

wiwik said...

mb gimana kalo masa lalunya ngikut teruss.selalu ada dalam fikiran kita.terutama masa lalu yang menyakitkan.