Thursday, June 02, 2011

Girls, you've got to be strong

Seorang sahabat suami meninggal baru-baru ini. Dia meninggal di usia muda, 37 tahun. Meninggalkan seorang istri dan anak berumur 2 bulan. Sang sahabat bergaya hidup sehat, tidak merokok, suka minum air putih, dan selalu ceria. Bahkan di hari-hari terakhir hidupnya, saat dia terdiagnosis kanker otak, dia masih selalu bercanda dan tampak hepi.. Kematian memang suatu hal yang pasti, dan waktunya benar-benar tidak bisa kita prediksi. Campur aduk perasaan saya setiap kali melihat istri dan bayi cantiknya..

Seorang sahabat yang lain juga mendapat musibah. Saat suaminya mengajukan talak, dan kemudian beristri lagi tidak lama setelah mereka bercerai. Perselingkuhan? Saya merasa bahwa lembaga perkawinan kurang dihargai dalam kasus mereka. Si istri kemudian terpaksa pergi dari rumah dengan membawa harta seadanya, anak-anak, dan hati yang hancur..

Sad stories. Yang saya pikirkan adalah, bagaimana perasaan saya jika saya yang berada di tempat mereka. Pasti hati hancur huhuuu... it’s a BIG loss. Kedua sahabat saya ini harus meninggalkan rumah (karena kebetulan kami tinggal di rumah milik perusahaan), meninggalkan/ditinggalkan pasangan, dan meninggalkan lingkungan tempat hidup selama ini. Belum lagi jika mereka ibu rumah tangga biasa, kehilangan itu juga berarti kehilangan atau berkurangnya penghasilan.. sementara ada anak-anak yang harus dibiayai.. hiks:(.

Dari dua kasus itu yang terngiang-ngiang adalah *dumdummm* Girls are got to be strong. Yeaaah... women need, must, have to be STRONG. Bayangkan.. saat dunia jungkir balikpun seorang ibu akan selalu menyelamatkan anaknya.. seorang wanita perlu kuat, agar dapat menyelamatkan dirinya dan orang-orang yang disayanginya..


Soal perasaan mah ga perlu ditanya. Pasti hancur lebur ya.. Ditinggal yang terkasih pasti membuat luka besar di hati. Tapi yang sudah terjadi adalah ketentuan Allah yang musti diterima. Walaupun saya ga tau bakal sanggup enggak menghadapi dua kasus menyedihkan di atas.. Saya ga akan menulis soal perasaan di sini.. tapi masalah lain yang menyusul segera, yaitu masalah finansial.

Untuk yang pada gawe atau punya penghasilan sendiri, you are a lucky girl. In this case, gw yakin bahwa adanya penghasilan tetap akan memberikan (tambahan) rasa aman. Uang memang bukan segalanya, tapi saat sesuatu yang buruk terjadi (naudzubillah.. semoga Allah selalu melindungi), adanya keamanan dari segi financial bisa mengurangi masalah. Paling enggak untuk biaya rutin sehari-hari bakal ada kan..

Nah, bagaimana dengan ibu rumah tangga alias full time mother? Saya bayangkan beberapa sahabat yang murni ibu rumah tangga. Tidak bekerja, tidak berbisnis, tidak suka mempelajari investasi dan masalah keuangan lainnya, tidak mengerti asuransi... Apa yang akan terjadi pada mereka jika hal seperti ini terjadi?

Tidak ada seorangpun yang menginginkan hal buruk terjadi.. but it happened all the time.. Sekarang asuransi jiwa mulai populer. Dalam kasus kematian (hiks) keluarga yang ditinggalkan akan mendapat sejumlah Uang Pertanggungan untuk biaya hidup yang (mudah-mudahan) bisa digunakan untuk bekal hingga anak-anak dewasa dan mandiri nanti. Tapi dalam kasus perceraian, atau poligami? Mungkin ada harta gono-gini, tapi pembagiannya pasti tergantung dari kesepakatan... dan ada pihak lain, yaitu si pihak ketiga.. apa dia rela berbagi? Para Bapak.. mohon disimak ya.. selingkuh/poligami itu akan menghancurkan banyak hati, percaya deh.. *pesan sponsor

Come on girls, you’ve got to be strong! Sebenarnya saya hanya mengingatkan diri sendiri, agar jangan sampai terlena. Sebagai ibu rumah tangga saya harus kuat, bisa menjaga diri dan keluarga saya.. termasuk dalam sisi finansial. Kita memang tidak mengharapkan hal yang buruk terjadi (ketok meja 3 kali). Tapi, apapun yang kita hadapi di depan, akan lebih mudah melewatinya saat kita memiliki kekuatan dan pengetahuan..

4 comments:

Dunia Aneh wied said...

waw..post yg sedang saya butuhkan saat ini bu.suka,,suka..suka...

from wiwid v-design *masih ingat kah bu??

LoveLy KhaLisa said...
This comment has been removed by the author.
LoveLy KhaLisa said...

wahh keren banget tulisanya mba..like this...bapak2 harap ikut menyimak ya,,;p

fitri said...

@wied inget dunk.. apakabar mbak? udah lama aku ga order ya:)

@Hani.. hihii.. iyaya, lagi banyak cerita kayak gini nih di Duri han:)