Saturday, September 10, 2011

Cerita haji -- Pakaian dan perlengkapan

Sudah hampir setahun yang lalu saya menjalankan ibadah haji bersama suami tercinta. Pengalaman yang sangaaat berkesan ;). Haji adalah perjalanan religius yang melibatkan hati dalam (hampir) semua prosesnya... Saya punya banyak cerita sebenarnya, moga-moga sebagian bisa saya bagi di blog ini..

Untuk seorang sahabat yang akan berhaji tahun ini, saya ingin berbagi tentang Pakaian dan Perlengkapan yang perlu dibawa, berdasarkan pengalaman tahun kemarin. Busana rasanya hal kecil ya.. tapi karena kita pakai sehari-hari, pakaian yang dibawa bisa mempengaruhi kenyamanan beribadah lo.. dan makin efisien kita dalam mengemas perlengkapan, koper akan makin ringan.

Udara di Mekah relatif lebih panas dari udara di Indonesia, angin sepoi-sepoi jarang bertiup dan hampir tidak ada tanaman peneduh. Di Madinah cuaca lebih nyaman, relatif sejuk, bahkan dingin saat shubuh. Saya mah merekomendasikan untuk membawa pakaian dari bahan katun yang nyaman untuk dua kota tersebut. 

Untuk jumlah, relatif ya.. da beda-beda atuh tiap orang. Ada yang suka mencuci ada yang enggak hihiii.. Soalnya sebanyak apapun baju yang kita bawa, rasanya tidak mungkin kalau tidak dicuci di sana:p. Untuk yang memakai ONH plus dan regular juga mungkin berbeda keperluannya. Di sini saya hanya ingin share tentang pengalaman saya ya. 

1. Pakaian

Gambar dari sini

Gamis is the best! Untuk saya, gamis yang paling nyaman di sana. Saya bawa 2 atasan panjang (hampir selutut) untuk dipakai dengan celana panjang, tapi gamis yang lebih sering saya pakai. Gamis katun ringan (tp tidak menerawang ya bahannya) dan longgar terasa sejuk saat udara panas dan nyaman di udara dingin. Gamis putih perlu dibawa, karena disunahkan memakai warna putih untuk busana Ihram. Busana ihram ini perlu dipersiapkan ya, soalnya ini wajib, ada ketentuannya dan ada hukuman berupa dam jika kita melanggarnya. Tips untuk pakaian ihram bisa dibaca di sini.

Islam itu universal. Orang Islam tidak hanya masyarakat daerah Arab yang mayoritas berbusana gamis longgar hitam. Banyak jamaah dari berbagai negara menggunakan berbagai warna dan model. Untuk wanita, yang penting mengikuti prinsip tidak ketat, tidak transparan/membayang dan menutupi aurat. 

Saya sendiri membawa 2 gamis putih dan 4 gamis polos berwarna hitam dan kalem. Gamis putih ini ternyata harus cuci - pakai saat seminggu di Mekah :p. Soalnya saat haji/umrah rasanya selalu pengen pakai yang warna putih heuheuu). Gamis hitam kepake banget juga.. karena ga gampang kotor dan jadi mayoritas di sana ;).

Oya, dari 6 gamis yang saya bawa, ada 1 yang dari kaos, yang lainnya dari katun. Dan yang kaos ternyata hanya dipakai di hotel. Buat saya katun lebih nyaman, karena relatif lebih longgar, gampang dicuci, dan lebih gampang kering :). Kelihatannya banyak ya 6 gamis. Tapi ternyata teuteup we tiap ada kesempatan nyuci baju (terutama saat di Madinah) musti sering dilakukan. Walaupun sebenarnya kalau mau simple bisa aja beli. Di Madinah, di sekitar hotel/pondokan itu banyaaak toko-toko yang menjual gamis ala arab. Lucu-lucu sih. Cuman karena ukuran saya yang tidak standar jadi saya mah cukup menikmati pemandangan teman-teman bergamis baru sajah :p. Kalau mau membeli gamis di Madinah harganya bervariasi ya dari 10 riyal (model maroko, katun dengan warna dan bordir ngejreng) hingga gamis berhodie berharga di atas 40 riyal.

Untuk di sana saya memilih pakaian sesimple mungkin. Polos, model sederhana, rada longgar, semata-mata karena saya ingin sepraktis mungkin saja. Walaupun jamaah dari negara-negara Arab kebanyakan bergamis hitam longgar, tapi orang Indonesia relatif lebih berwarna dan lebih trendy ;). Saya sendiri membawa gamis yang sudah saya miliki bertahun-tahun, karena nyaman dan 'andalan' untuk liqo di rumah heuheu. Beberapa saya beli baru di Up2date, brand andalan karena size XS nya cocok:p. Eh biasanya kalau deket bulan haji Up2date suka ngeluarin model gamis putih longgar berbahan katun lo.. pas banget buat berhaji. Gamis putih Up2date yang saya bawa jadi andalan banget, tapi di Indonesia sebelumnya saya lapisi furing putih karena bahannya agak tipis.. 

Oya, selain gamis saya juga membawa 2 daster panjang untuk tidur. Daster katun nyaman beli di matahari seharga 60 ribuan kalau ga salah ;). Saya juga membawa 2 kaos selain 2 celana piyama itu untuk tidur dan ngadem di hotel ;).

2. Celana panjang dan legging

Saya selalu memakai celana panjang atau legging di bawah gamis. Lebih nyaman saja rasanya. Celana yang saya bawa adalah celana lebar alias wide leg pants 1 pc, 2 celana piyama katun dan 2 legging. Yang paling sering saya pakai adalah legging. Celana piyama enak untuk tidur dan bisa dipakai di bawah gamis juga. Sayang saya lupa memotong sedikit panjang celana saya.. sehingga kadang-kadang nongol di bawah gamis heuheuu.. 

3. Jilbab

Ini penting! Tips dari seorang sahabat adalah: bawa jilbab yang nyaman. Ini kejadian pada saya. Saya yang tidak terbiasa dengan jilbab instan malah membawa beberapa jilbab besar instan berbahan spandex. Saat saya pakai di Mina alhasil yang terjadi adalah... gerah heuheuu. Karena saya tidak terbiasa dengan bahan spandex dan kebetulan tenda tempat saya berada AC nya mati. 

Yang penting juga adalah ciput. Kalau bisa mah bawa ciput arab yang menutup jidat, karena ciput topi biasanya masih menyisakan helai-helai rambut, dan kadang kurang nyaman saat berdesakan. Ciput arab yang mantap dan nyaman bakal kepake banget deh. Apalagi saat berbusana Ihram yang (kalau bisa) tidak ada satu lembar rambutpun yang terlihat atau terlepas. Kalau sering berkeringat lebih baik bawa banyak ciput, minimal 6 pcs. Yang paling kepake ama saya mah daleman arab warna hitam dan putih.. 

Untuk jilbab, 6 jilbab rasanya cukup. Jilbab kaos yang lebar kayaknya asik ya.. sayang tahun lalu saya belum familiar dengan shawl kaos. Waktu itu saya bawa 6 jilbab, 3 yang spandex praktis ga kepake deh. Akhirnya saya malah beli shawl dan jilbab arab di Madinah ;). 

Saya ga saranin kerudung paris ya. Terlalu tipis dan rada ribet soalnya. Kalau terbiasa dengan jilbab instan, banyak bergo panjang sampai ke tangan. Pertimbangkan aja bahannya, kalau spandex itu biasanya bikin gerah soalnya. Kalau usul saya mah coba dulu jilbab yang mau dibawa berhaji beberapa kali, kalau emang nyaman dan pas berarti cocok dibawa ke sana :).

4. Jaket

Bawa 1 jaket tipis/cardigan + shawl lebar sudah cukup ya. Di Mekah udara relatif panas sehingga jaket jarang dipakai. Di Madinah saya hanya pakai jaket saat mau sholat shubuh. Saya lebih suka memakai gamis berlapis + shawl kalau udara rada dingin. Penghematan namanya:p

5. Pakaian dalam

Ini penting untuk dibawa banyak. Saya mah rekomen minimal bawa 6 BH dan 1 lusin CD atau lebih. Bagusnya pakaian dalam yang dibawa unik/diberi nama, karena saat mencuci dan menjemur kan bareng-bareng dengan barang teman.. jangan sampai ketuker:p. Bawa juga CD sekali pakai yang banyak dijual di toko perlengkapan haji, minimal 2 bungkus ya.. Di Mina biasanya antrian WC cukup panjang sehingga lebih praktis untuk memakai pakaian dalam sekali pakai. 

6. Kacamata hitam

Must have items there ;). Kepake bangeeet.. bukan buat gaya, tapi biar mata lebih nyaman. Saya yang sehari-hari memang berkacamata jadi membawa 3 kacamata. 1 kacamata sehari-hari, 1 cadangan dan 1 sun glasses.  Sebelum pergi saya sempatkan beli rantai kacamata untuk yang sehari-hari, agar bisa dikalungkan dan tidak mudah lepas (jika) berdesakan. Rantai itu bisa dibeli di toko-toko kacamata, saya beli mah di ITC Kuningan seharga 20 ribuan. 

7. Perlengkapan dandan

Haji koq dangdan? Heuheu.. judulnya salah kan ;). Ah kata saya mah boleh aja koq, selama tidak berlebihan dan memakai skin care/kosmetik yang halal. Kecuali saat ihram yaa.. Saya sendiri selama 4 minggu di sana ga pake apapun di wajah selain sabun/pembersih muka! Asli. Ga pengen aja.. Padahal saya bawa perlengkapan haji Wardah (very recommended), tapi yang dipakai hanya sabun dan odolnya saja Alhasil begitu balik ke Indonesia dan facial di dokter kulit langganan langsung diomelin karena spot-spot di muka yang bertambah buanyaaak heuheuu... 

Karena iklim yang berbeda, kulit kita cenderung menjadi (sangat) kering di sana. Akhirnya saya membeli Nivea, yang mudah didapat di sana.. Alhamdulillah krim itu melembabkan kulit kering dengan cepat. Kulit saya yang sempat kering bersisik, kembali normal setelah pemakaian 

8. Kaos kaki dan sarung tangan

Kaos kaki perlu bawa banyak nih. Soalnya (kalau saya) hampir tiap hari pakai kaos kaki. Rasanya lebih nyaman saja, walaupun di antara ulama ada yang mengatakan bahwa kaki itu aurat atau bukan aurat saya memilih untuk selalu memakai kaos kaki. Kaos kaki putih rasanya hanya saya pakai saat berbusana Ihram saja. Tapi selain itu saya memilih untuk menggunakan kaos kaki hitam yang lebih tahan banting:p. Bahkan seorang sahabat yang jadwal perginya duluan sampai menitip kaos kaki lo. Jadi akhirnya kami ketemuan dekat kabah sambil 'transaksi' kaos kaki:p.

Saya bawa kaos kaki hitam 1 lusin dan putih 3 pcs. Dan itu cukup. Pas, ga lebih:p. Kaos kaki itu cepat kotor, dan lama keringnya saat dijemur (apalagi kalau dijemur di kamar mandi hotel), sehingga lebih praktis untuk bawa (lebih) banyak. Saat memilih kaos kaki, pastikan yang cukup panjang (minimal sampai betis) dan bahannya tidak panas ya.. jangan juga yang model stoking karena terlalu tipis dan kurang nyaman. Saya dapat kaoskaki itu di ITC Kuningan juga, selusin harga 120 ribu kalau ga salah.

Kaos tangan/penutup lengan juga perlu. Karena saat berbaju ihram seluruh aurat HARUS tertutup rapat, termasuk lengan. Pilih penutup lengan yang tidak longgar, sehingga tidak 'jatuh' ke siku saat berkegiatan. Saya bawa penutup lengan warna putih 2 pc, yang berbahan kaos lebih nyaman daripada yang spandex, walaupun lebih cepat kotor. Oya, di toko perlengkapan haji banyak dijual penutup tangan (bukan lengan, tapi bagian punggung tangan) dari katun. Kayaknya itu ga kepake deh. Karena ada ustad yang mengatakan bahwa tangan malah harus terlihat saat berbusana Ihram (lengan wanita tapi tertutup ya). Ini pembahasannya ke masalah fiqih sih.. di luar kemampuan saya, maaf ya.. 

9. Handuk

Saya tidak tahu kalau yang lain ya, tapi kami mendapat handuk lebar saat di Madinah, dari travel. Handuk itu kepake banget, selain 1 handuk tipis dan 1 handuk kecil yang saya bawa dari Indonesia. Kayaknya ga perlu banyak-banyak bawa handuk, karena kalaupun kurang mudah dibeli di mana-mana. 

10. Alas kaki


Selama berhaji, yang menjadi andalan saya adalah crocs Alice purple ini. Nyamaaan dan mantaps dipakai. Love the purple colour, karena membuat saya mudah menemukannya di tumpukan sendal heuheuu. Dan cukup tipis dan enteng untuk masuk tas tentengan. Saya juga membawa sepatu keds putih untuk cadangan, tapi ternyata hanya 1 kali dipakai saat lempar jumrah di Mina. Sendal jepit juga kepake pisan, terutama di hotel dan di Mina. 

Kayaknya untuk sendal/sepatu worthed ya untuk bawa cadangan. Soalnya kalau hilang/rusak ga gampang cari gantinya. Secara musti dapet ukuran dan model yang pas ya..

Sebenarnya saat beribadah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi di Madinah semua alas kaki tidak boleh digunakan. Biasanya saya bawa dalam tas supaya lebih praktis, kecuali jika selalu masuk/keluar dari pintu yang sama. Jadi kebanyakan sendal/sepatu dipakai untuk di jalan dan perlu yang nyaman dipakai terutama karena kadang-kadang antri/berdesakan saat masuk/keluar masjid. 

11. Tas

Tas yang nyaman, size tidak terlalu besar, tapi cukup untuk membawa perlengkapan dasar akan sangat bermanfaat. Lebih baik lagi jika ada beberapa kantung/selipan sehingga barang bawaan bisa dibagi. Saya sendiri selalu memakai sling bag simple dari travel. Isinya Al-Quran, buku doa, dompet kecil, hp, botol minum, tisue kering dan basah, tempat kacamata (biasanya berisi sunglasses), dan sepatu (saat masuk mesjid). 

12. Mukena

Hm saya mah pakai mukena cuman untuk sholat di hotel jadi hanya bawa 1 setel. Saat ke mesjid biasanya saya pakai gamis longgar, jilbab besar, kaos kaki dan ready to pray. Saya perhatikan hanya orang Indonesia (dan Malaysia?) yang menggunakan mukena untuk sholat di mesjid ya. Jamaah wanita dari negara lain sholat dengan busana yang digunakannya. Insya Allah bersih, suci dan aurat tertutup boleh juga kan ;).

13. Sajadah

Di Arab mah atuh pusatnya yang jualan sajadah :p. Tapi ga mungkin kan kita langsung belanja sajadah sesampai di Mekah/Madinah? Pasti kudu sholat dulu atuh :p. Sajadah itu terutama dipakai di Masjidil Haram, karena lantainya keramik tanpa sajadah. Di Masjid Nabawi biasanya saya dapat tempat yang sudah berkarpet. Kecuali kalau kehabisan tempat atau harus sholat di luar mesjid. Saya sendiri bawa 1 sajadah tipis yang alhamdulillah kepake pisan ;).

14. Toilettries

Jangan lupa bawa perlengkapan mandi dan sikat gigi. Saya sendiri mengalami harus mandi dan berwudhu di bandara Jeddah, karena harus langsung berbusana ihram. Jadi perlengkapan mandi simple + handuk kecil sudah saya bawa di tas tenteng dalam perjalanan di pesawat.

Di sana sebenarnya gampang koq kalau mau membeli toilettries. Tapi kalau kita bawa sendiri kan lebih enak ya, ga perlu nyari-nyari lagi ;).

Apalagi ya.. Nanti saya coba bikin tulisan-tulisan lain deh, insya Allah, sesuai pengalaman di sana. Oya yang saya tulis di sini subjektif pisan ya. Tiap orang pasti punya pengalaman masing-masing, dan apa yang nyaman untuk saya belum tentu nyaman untuk orang lain ;).

Intinya, berhaji itu perlu persiapan. Pakaian dan perlengkapan hanya sebagian kecil yang perlu dipersiapkan. yang paling mantap mustinya hati dan iman ya. Waktu berhaji juga relatif pendek, dengan banyak kesibukan. Dan di tempat baru belum tentu kita bisa menemukan dengan cepat apa yang kita butuhkan. Jadi lebih baik kita persiapkan seteliti mungkin kebutuhan kita. Tidak perlu berlebihan, karena Mekah dan Madinah itu kota besar lo.. mall bertaburan di sana, jadi kalau ada yang kurang insya Allah masih bisa dicari. Secukupnya lebih baik :). 

Semoga bermanfaat ya temans.. Semoga ibadah haji kita mabrur dan disempurnakan oleh Allah yang Maha Sempurna..

6 comments:

highheels said...

80% off sale Discounts
Clean up the warehouse, discount promotions,
the latest 2011 super cheap high heeled shoes
http://www.highheels-outlets.com

Masigit said...

Saya berkata: hebat banget ya sudah naik haji...aku jadi pengennnn...

Armina said...

thank u for sharing! very informative :)

Wini Suwarna said...

nuhun mbak fit, kepake banget sharingnya untuk perjalanan ibadah haji saya (insya Alloh tahun ini)

putri film said...

makasih bayak ya....jadi saya bisa siap" dari sekarang kerena alhamdulillah masih 8 thn lagi

Nahla Fashion said...

Asalmualaikum,,,
buat yang sibuk kerja dan gak sempet untuk belanja,tapi ingin tampil modis,kunjungi yuu http://bajumuslimdiskon.wordpress.com/ disini menyediakan beragam busa berkualitas dan trendy,,,
di tungu yaa,,,
terimaksih bnyak,,, :)