Sunday, August 10, 2008

Mainan

Sejak punya anak saya suka sekali dengan mainan. Hehe.. sebenernya dari dulu suka, tapi sekarang jadi ada alasan untuk membelinya :p. Itu juga salah satu alasan kenapa saya punya Annisa, biar ada alasan untuk koleksi mainan.. :p.

Awalnya saya membeli mainan berdasarkan usia anak saya. Sebagai ibu baru, saat baru punya anak pertama saya membeli mainan berdasarkan 'panduan' di majalah untuk ibu baru. Ada mainan untuk menstimulasi visual, motorik ataupun sensori lainnya. Setelah punya anak kedua step by step membeli mainan bukan jadi panduan lagi.. karena si kecil sudah punya cukup lungsuran mainan dari kakaknya :p.

Saking senangnya pada mainan, saya membeli di segala tempat. Dari toko 6 ribuan sampai Toy's r Us. Dari garage sale sampai belanja online. Dari mainan rumit, sampai kardus bekas TV yang dibangun jadi rumah-rumahan pertama saat Zaka 1 tahun. Mainan juga ada di (hampir) semua ruangan di rumah saya. Soalnya arsitek-arsitek kecil saya selalu punya alasan untuk menaroh mainannya di mana saja :p.

Berdasarkan pengamatan saya, dari setumpuk mainan itu hanya beberapa yang benar-benar dicintai anak saya. Memang hampir semuanya dimainkan secara bergiliran. Tapi ada beberapa yang setiap hari pasti ditengok. Mungkin hampir seperti kalau blogwalking ya.. ada bbrp situs web yang selalu masuk daftar untuk ditengok :p.

Mainan favorit si besar adalah LEGO. Dari umur 2 taunan dia bisa menghabiskan waktu lamaaa untuk membangun menara warna-warni dari megablock. Sampai sekarang kalau sedang bergaul dengan legonya Zaka pantang diganggu. Karena mendapatkannya dengan susah payah (lego saya belikan sebagai reward kalau dia berprestasi tertentu sesuai kesepakatan), si ganteng ini cintaaa sekali pada tiap legonya. Yang menyebalkan adalah kalau ada satu bagian kecil yang hilang. Huuh.. ga gampang lo mencari satu plastik berukuran setengah sampai lima cm yang entah berada di mana. Saya heran, koq bisa ya Zaka ingat (hampir) semua koleksi legonya. Rumah bisa heboh kalau sebuah lampu kecil pesawat atau sepotong konektor lego lenyap..

Mainan favorit si kecil adalah segala kendaraan. Kishan selalu bergerak di atas sepeda roda 3 nya. Kalau Zaka mensabotase sepedanya itu, Kishan akan mengejar dengan sepeda roda 4 hadiah dari aki dan enin. Saat weekend yang longgar mereka berdua akan membuat rumah heboh dengan kendaraan berbaterai aki yang berisik, saling tabrak menabrak dan mencoba balapan di ruang tengah. Huaaaah.. heboh pisaan.. Skuter juga sering sekali lalu lalang di rumah. Zaka dengan skuter roda 2 nya sudah ahli atret dan bermanuver. Kishan dengan skuter roda 3 masih sering menjerit "Ibuuu.... toloooong" kalau dia kalah cepat dari kakaknya :p.

Yang selalu dimainkan berdua sekarang adalah kereta belanja, berisi segala pernak pernik dari kompor mainan hingga buah-buahan plastik. Kadang-kadang mereka berjualan bakso, pizza sampai koko crunch. Yang paling sering sih memasukkan segala benda di ruang tengah dari telepon sampai bingkai foto untuk dijual ke Ibu dan Ayah. Aneh juga saat saya harus membeli majalah baru dengan harga 'Lima ratus juta rupiah dan ga bisa ditawar Bu.." :p.

Seperangkat alat pertukangan juga jarang berada di rak. Walaupun kadang-kadang seperti montir yang terima bongkar tidak terima pasang, anak-anak saya suka sekali 'berlagak' bertukang. Mungkin tertular dari ayah dari yang hobi bertukang dan ngebengkel saat weekend. Tang, sekop, gergaji, obeng, kunci Inggris sampe sekop dan garu plastik adalah must have items mereka. Ngoprek mainan dan bermain di luar rumah dengan peralatan lengkap adalah saat bermain favorit. Lucu juga sih, melihat mereka sibuk pura-pura menggergaji pohon mangga, menggali tanah untuk menanam biji jagung popcorn dan sibuk 'mengganti ban' sepeda :p.

Saat-saat tenang biasanya diisi dengan menggambar, melukis dan membaca. Jadi saya pikir, peralatan menggambar dan buku adalah mainan juga :p. Spidol anak-anak sangat cepat habis, karena mereka memakainya dengan segala 'cara', dengan cara 'normal' hingga menggambar di ember berisi air.. hhhh. Buku juga favorit mereka. Ada beberapa buku yang hampir tidak pernah duduk manis di raknya, karena selalu beredar dan dibawa ke mana-mana..

Oya, favorit yang lain adalah komputer! Saat tiba jadwal untuk bermain game di komputer semua mainan lain akan kalah pamor :p.

Saya perhatikan, mainan favorit mereka tidak ada yang berbaterai! Segala mobil-mobilan, remote, mainan dengan musik dan segala mainan dengan embel-embel stimulasi visual, motorik dll di kemasannya, ternyata bukan mainan yang menjadi favorit. Saya pernah membelikan buldozer dengan remote yang diidam-idamkan Zaka, ternyata hanya seminggu mainan itu turun dari raknya. Singing Elmo dengan tombol-tombol dan pilihan 12 lagu, ternyata hanya 2 minggu menjadi favorit Kishan. Banyak mainan lain yang hanya menikmati masa bulan madu 1-2 minggu, selanjutnya bertengger di rak, dan hanya sekali-sekali dimainkan...

Jadi, yang saya pelajari adalah mainan mahal belum tentu dicintai anak-anak. Mainan yang mereka cintai adalah mainan yang bisa menjadi 'apa saja' untuk banyak imajinasi mereka.

Selamat berburu mainan favorit :p.